YANG TAK SANGGUP LAGI KUPUITISKAN
Maafkan aku tak lagi
mampu menahan sanggup
sesayup embun -
hanya sejangkau dingin
gemetar gugup di luar jendela
kamarmu yang tertutup
Menjadi ruh bagi angan demi hidup kenangan
Lalu memilh 'bertahan mati' dalam lentera
redup
sebab angin selalu meniupkan rasa tak sanggup
Meskipun angin
mendinginkan dingin-embun
Tak akan pernah mampu
menjadi beku
Selalu saja ada yang menetes
di tepi atapmu
Turun terhempas tak luput
dari matamu dan pejamku..
Dan ketika kaupun mulai terpejam
Aku sedang menatapmu dalam diam
Di balik udara semu ; selalu ada ruang hampa
Dan kita tak perlu berlama-lama di sini
Sebab nafas tak akan bersitahan, menahan sanggup
~Ranreng~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar